Aku ini kecil
Sudah diajari pigmentasi
Rasakan kedamaian yang hanya sampai,
epidermis kulit
Ditumbuhkan dahan pendustaan, tiap
orang tak menau
Lalu ditancapkan sampai, bagian
terkecil urat nadi
Sudah cicipi karat mendarah dari satin
Kemarau tak bermusim,
sangkutkanku pada legam petang
Yang tadi jernih menjadi keruh terbakar
Merengkuh angkuh
Mengenang usang
Bengis mengantusias
Ambisi kefanaan, telah
butakannya
Dia tua tak berpikir
tak ajarkan kebenaran, pada
setelahnya
Aku yakin dia gagal menelaah lebih,
moral terkandung dalam hukum
Hanya berpedoman kelam mendendam
Hatinya tak bermata, apalagi
perasaan
Dia tak terketuk, melainkan
terkutuk. Ini bukan do'a, tapi mungkin
Maka dia tak punya mata hati, pintu hati, lebih
perasaan
Dia ada dalam naung hukum,
tapi tak dapat terapkan
Jabatan hanya pelengkap
Berpangkat hanya palekat
Heh, keriput!
Kau ajarkan apa?
Pertentangan. Aku pastikan,
aku tolak dengan sangat, dan
tanpa lagi mengiyakan
Tentukan salah atau benar,
aku dapat. Jangan remehkan
kecil aku seperti ini
Memang kau? Kau utuh keriput
Perasaanmu, jalan pikirmu,
kulitmu pun mengeriput
Lengkap! Kau menyedihkan
"It's better to live like a flame, to know a man and love him, even if he can't be yours, then never to love at all....." -Eloisa James-
Holla!
Showing posts with label Adult. Show all posts
Showing posts with label Adult. Show all posts
Friday, December 30, 2011
Wednesday, December 28, 2011
Jangan Paksakan Fisikmu
Balutan nafas yang tak semuda kainmu
Binar mata mengerut seiring kelopak lelahmu
Semangat asamu memang dulu,
lakukannya kini yang membeban
Bulatan oranye di penghujung barat,
tak cukup rasakan pedih usahamu
Tetes air yang bukan lagi menetes,
mega pun tak sanggup kucurkan derasnya hujan,
layaknya tangis peluhmu
Kau tau ini apa?
Ini perjuangan hidup yang jarang kau sadari,
sama sekali.
Kau tak sadar kau mulai melemah
Daging dan otot yang menempel tiap tulang,
dibalut keriputmu
Ya, kau tau kau tua lemah
Tapi kau tak sadar kau melemah
Biarkan manusia lain gantikanmu
Gantikan perjuanganmu, kumaksud
Itu tak masalah, bukan?
Yang penting dia manusia, bukan hewan
Dirimu ini bisa lagi terkapar
Hentikan
Kau terlalu lebih rasa derita
Gantikan saja
Dia dari mereka dapat
Binar mata mengerut seiring kelopak lelahmu
Semangat asamu memang dulu,
lakukannya kini yang membeban
Bulatan oranye di penghujung barat,
tak cukup rasakan pedih usahamu
Tetes air yang bukan lagi menetes,
mega pun tak sanggup kucurkan derasnya hujan,
layaknya tangis peluhmu
Kau tau ini apa?
Ini perjuangan hidup yang jarang kau sadari,
sama sekali.
Kau tak sadar kau mulai melemah
Daging dan otot yang menempel tiap tulang,
dibalut keriputmu
Ya, kau tau kau tua lemah
Tapi kau tak sadar kau melemah
Biarkan manusia lain gantikanmu
Gantikan perjuanganmu, kumaksud
Itu tak masalah, bukan?
Yang penting dia manusia, bukan hewan
Dirimu ini bisa lagi terkapar
Hentikan
Kau terlalu lebih rasa derita
Gantikan saja
Dia dari mereka dapat
Subscribe to:
Posts (Atom)