Holla!

Loving peace, keeping peace, spreading peace ☮
Showing posts with label Questions. Show all posts
Showing posts with label Questions. Show all posts

Friday, January 20, 2012

Jelaskan. Ini sebuah tanya penasaran

Dia-
berdiam begitu tetap, dengan
tepian hitam tambahan bantu mata
Bersetelan yang dengan betah dan tak terganggu
disandang dan dinilai "maskulin"
Sungguhnya biasa, jauhnya sederhana

Tapi lewat caranya,
dia hadirkan tatapan di hadapan,
dia menatap keyakinan penuh,
dia enggan mengucap lebih kata, karena dia
sebenarnya bukan pendiam, pemalu
tapi bukan pengecut

Dia katakan perasaannya di balik,
dia penuh tekad sampaikan, tapi
urung keberanian utarakan
Laku sebenarnya bersembunyi mudahnya,
tapi tidak dengannya
Sangat terbaca dan...
ini kedua kalinya aku ketahui

Dia lihat,
persis di aku. Tepat!
Bodoh, aku biarkan diri ini berpaling, dari
sudut jarum angka satu hingga duabelas
Jelas tersirat, dia memucat. Aku rasakan,
dia sesali, bukan bukan. Dia
sangat kecewa. Mungkinnya harapkan,
tatapan kepastian akan berbalas kepercayaan
Tidak, senyatanya. Jauh membalik dan berbalik

Dia takutkanku, akan
menyanding bersebelahan dengan
manusia sejurusannya, dia tau mereka kawan
Fakta, nyata, aku bukan lebih dari siapanya
Lakunya tampak
begitu. Kenapa?

Hentikan.
Jangan buat otakku berpacu dalam peloncoan
Singkatnya waktu itu, jangan.
Sekalipun berusaha buatku tak penasaran

Henti buatku melebihi batas ambang penasaran

Wednesday, December 28, 2011

Temarammu, tujuku ke dimensi lampau

Terlihat utuh refleksimu
Terpapar jelas dalam temaram berkabut
Tembolong batas yang tak beralasan
Tuntun langkahku pada kesunyian malam

Siulan parau mengisak nadi
Bawaku bertaut menuju lebih
Berbayang diri bawah tapakmu
Bingarnya cahya yang soroti tiap derap

Berkawan dingin, bermantel kabut beludru
Kepak gagak pada dahan keji telah berisyarat
"Ini tak lagi dunianya. Ini telah berganti dan terganti."

Dalam kubangan lembah mengarai pahit
Sandarkan sejenak pada batangan pohon yang terdiam
"Aneh. Hanya hidup pada senja hari
Bukan siang, malam pun tidak
Ini diantara -waktu-"

Terangi!
Lenteramu memang mayang terkabut
Setidaknya masih tersirat menyemat
Soroti dentum langkah kecil
Dalam langkah tuju dimensi silam
Masa yang terlewati tapi terjadi
Dalam sela kehidupan insan yang tertinggal

Saturday, December 24, 2011

Hidup-selamanya. Mustahil

"Bagaimana jika aku hidup selamanya?"
Itu tak beralasan. Bisa menyenangkan mungkin menyengsarakan
Menurutku, lebih pada "melelahkan"
Karena tak punya kesempatan untuk mencicipi bagaimana rasanya "Di atas sana"
Hanya berlaku sama tiap harinya
Tidakkah melelahkan? -Mungkin hanya "cukup", tidak "terlalu" melelahkan

Hidup itu penuh keculasan, makhluknya maupun alur itu sendiri
Aku tak ingin hidup selamanya
Karena aku akan sendiri
Disaat yang lain, mulai berpejam
Aku ingin rasakannya, tapi tak sekarang
Hidup normal seperti lainnya
Kembalikanlah aku semula dulu,
jika aku benar hidup selamanya
Aku tetap ingin hidup sama, walaupun dalam perbedaan


Monday, December 19, 2011

Pertanyaan pada diri

Aku tak pernah tau apa yang dia ucapkan, apa yang dia rasakan, terlebih lagi yang dia pikirkan.
Aku memang tak pernah menyadari sebelumnya
Ternyata itu teramat mendalam, bagi dia, bukan bagiku.
Hingga akhirnya, dari sama sekali tak sadar menjadi setengah sadar, setengah tersadar menjadi sangat sadar
Selama ini, yang dia coretkan dalam selembar kertas tersiakan itu, yang dia cantumkan dalam biografinya itu. Ternyata AKU
"Mimpi ataukah ilusi?" Keduanya sama, tapi ini nyata
"Mengetahuinya? Bagaimana?" Itu waktu, dia yang menentukan. Sesungguhnya bukan waktu, tapi Dia-Sang Pencipta-
"Setidaknya pasti akan tau, tapi kapan?" Itu yang menjadi pertanyaan

"Apakah benar?" Ini butuh kepastian, bukan hanya perkiraan
Memang aku sudah mengetahuinya kalau ini terlalu berlebihan, terlalu percaya diri.
"Salahkah?" Tidak, ini wajar. Apa salahnya menerka
Toh jika memang benar, itu kebahagiaan. Jika memang salah, jangan buat menjadi masalah
Ini simpel tapi rumit. Terlihat simpel bagi yang memahami, dan rumit untuk yang tak mengerti
Atau biasa saja, ini bagi "mereka-mereka" yang tak punya pendirian, gagasan, mungkin yang tak mempedulikan
Terserah~