Holla!

Loving peace, keeping peace, spreading peace ☮
Showing posts with label Time. Show all posts
Showing posts with label Time. Show all posts

Friday, January 20, 2012

Kapan aku "Mengubahku" ?

Dan akhirnya,
aku sampai pada ujung horizon
yang kunanti bertahun, beribu hari
Aku nyatakan aku mengubah
bukan segalanya tapi dari segala ada
surya sebelum menyapa kerabatnya

Kau tau maksudku,
aku tak yakin kepastian, ragu
melainkan
Mengubahkah sesingkat senja?
Aku tak rasa lagi sesingkat senyummu,
berkesan tapi sepejam

Aku menakutkan akan berlama esok
Aku khawatirkan akan tersiakan
Setidaknya, memang
Belum sadari saat ini, ini kuyakinkan
ini terlambat. Melebihi parah
Terlambat dalam rentan waktu
bukan melainkan dalam mengubah

Apa yang aku percepat kini?
Aku tanyakan diriku sesering mungkin, walau hanya sekali
Dan berharap terjawab dengan nalurinya
"Aku mengubah dalam perlambatan, aku percepatnya segera.
Dan aku terlambat, membuatnya jauh di awal"

Ini berarti...
Aku hanya perlu rasakan waktu
dalam detik pengubahan baik pada keburukan
Tak lagi siakan kesungguhannya, dan tersadar dalam sandaran
Aku tau rasakan waktu akan buatnya berlama tahan
akan mengubahnya sendiri
Dalam percepatan mengubah yang penuh
Aku tak kejar waktu dalam pengubahan, tapi
kejar pengubahan dalam waktunya

Tuesday, January 10, 2012

Manusia di Penghujung Sajak

Aku tetap lanjutkan,
rima pada sajak tak berakhir
Bersebelahan dengan kunyahan lengket permen,
terlihat nyaman
Anak tak berdosa pada hiruk
pikuk dewasa, runtuh remahannya terasa
betah
Pada bentang khatulistiwa di penghujung
aku setia pada goresan
penaku

Aku biasa dapatkan kesan dari siapapun
                                                            -entahlah
Mungkin kau diantara manusia hidup
yang dalam hangat bertopi rajut kelam
langkahan tak tetap dalam lunglai semampai
Hingga pelikan pada kubangan,
meneguk kasar tiap resapan
dia-pelikan- tak mangsa pisces

Hatilah yang ia cerna,
dia memang bodoh tapi merasa
Lihat kelakuan majikannya, dia
                                              -enggan

Aku ini ceritakan apa?
Nalar banyak manusia tak berproses
                                                       -selayaknya
Terus balik-putarkan relasinya
Bagai dentang jarum bertudung
pasir pada
tuanya meja...
Dia berkutik nan angkuh
Mengintip tumpukan duri dari cemara

Sengaja mengolah cerita panjang,
berdiksi sedang
Mereka.
Sekalipun belum
Otak mereka melumat apa hal?
Daging basi yang disisakan
pemiliknya?
Menyedihkan.
Itu alot. Bahkan busuk tengik

Aku. Ceritakannya
Berseling diksi yang ku bisa
Tak pahami? Lagi?
Kali ini geraman, bukan
gonggongan
Tiada habis otak memproses, mungkin celotehan
ringan tersirat dan
mengutip
Mengertikan mereka, usaha yang
membuat pelik
Menelan katak hidup-hidup, sama
membosankannya. Sama
menjijikannya. Sama
enggannya...

Aku tetap teruskannya,
                       sajakku,
                    yang tiada,
                                    -berakhir

Wednesday, December 28, 2011

Temarammu, tujuku ke dimensi lampau

Terlihat utuh refleksimu
Terpapar jelas dalam temaram berkabut
Tembolong batas yang tak beralasan
Tuntun langkahku pada kesunyian malam

Siulan parau mengisak nadi
Bawaku bertaut menuju lebih
Berbayang diri bawah tapakmu
Bingarnya cahya yang soroti tiap derap

Berkawan dingin, bermantel kabut beludru
Kepak gagak pada dahan keji telah berisyarat
"Ini tak lagi dunianya. Ini telah berganti dan terganti."

Dalam kubangan lembah mengarai pahit
Sandarkan sejenak pada batangan pohon yang terdiam
"Aneh. Hanya hidup pada senja hari
Bukan siang, malam pun tidak
Ini diantara -waktu-"

Terangi!
Lenteramu memang mayang terkabut
Setidaknya masih tersirat menyemat
Soroti dentum langkah kecil
Dalam langkah tuju dimensi silam
Masa yang terlewati tapi terjadi
Dalam sela kehidupan insan yang tertinggal